Judul Skripsi Keperawatan Jiwa

Kode JUDUL
K003 Hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien dengan krisis penyakit/penderitaan/kematian di ruang Bedah dan Interna RSUD X
K014 Perbedaan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Laki-Laki Dan Perempuan Dengan Miocard Infark
K016 Hubungan Komunikasi Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pada Pasien Yang Dirawat Di Unit Perawatan Kritis RSXX
K019 Pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok: Sosialisasi Sessi 1 S/D 3 Terhadap Kemampuan Komunikasi Verbal Klien Menarik Diri Di Rumah Sakit Jiwa
K036 Hubungan Antara Pengetahuan dan Tingkat Depresi Klien Kanker Serviks di Ruang Kandungan RSUD XXX
K040 Studi Tentang Gangguan Bodi Image Pada Klien Fraktur Femur Dengan Pemakaian Skeletal Traksi di Ruang Bedah RSUD XX
K045 Gangguan Konsep Diri (Harga Diri) Pada Klien Gagal Ginjal Kronis
K052 Hubungan Sikap Perawat Terhadap Perilaku Perawat Dalam Komunikasi Terapeutik Pada Klien Skizofrenia
K088 Hubungan Karakteristik Perawat Terhadap Pengetahuan Kegawat-daruratan Pasien Amuk Di Rumah RSJ XX
K188 Hubungan kemampuan koping dengan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa
K189 Pengaruh strategi koping terhadap respon psikologis (penolakan, marah, tawar menawar, depresi, menerima) penderita HIV positif
Q002 Studi Tentang Peran Orang Tua Dalam Memandirikan Anak Retardasi Mental Sedang
Q003 Pengaruh Peran Ibu dalam Mengembangkan Kecerdasan Majemuk terhadap Kecerdasan Majemuk Anak Usia Prasekolah di TK
Q004 Efektifitas Peran Kelompok Pendukung Dalam Pelaksanaan Terapi Aktifitas Kelompok Terhadap Peningkatan Konsep Diri Pada Klien Menopause Di Wilayah Puskesmas XX
Q010 Gambaran Kecerdasan Emosi Mahasiswa Akademi Keperawatan XX.
Q011 Perilaku Kekerasan Yang Dilakukan Oleh Anak Jalanan di Wisma Singgah XX
Q013 Gambaran Stres Kerja Perawat Instalasi Rawat Darurat Rumah Sakit XX


http://skripsi-qt.blogspot.com

Judul Skripsi Manajemen Keperawatan / keperawatan Dasar

Kode JUDUL

K004 Kepuasan pasien terhadap standar praktek keperawatan diruangan yang menerapkan Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP)
K007 Analisa perbandingan pelaksanaan peran perawat secara independen dan dependen pada kasus gastroenteritis
K009 Studi Perbanding Persepsi Pasien JPS Dan Non JPS terhadap Pelayanan Keperawatan Di Ruang Bedah B dan D RSUD Dr.XX
K011 Hubungan Komunikasi Perawat Dan Tingkat Kepuasan Pasien Yang Dilakukan Pembedahan
K015 Analisa Hubungan Komunikasi Verbal Dan Non Verbal Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien
K017 Hubungan Tingkat Pengetahuan Pembimbing Klinik Dengan Penerapan Bimbingan Konferensi
K018 Hubungan Pengetahuan, Sikap Perawat Dan Pendokumentasian Keperawatan Di Ruangan Penyakit Dalam
K022 Studi Tentang Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Medical Bedah RSUD XXX
K023 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan
K028 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Perawat Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke jenjang S1 Keperawatan
K033 Faktor-Faktor Dominan Yang Berhubungan Dengan Peran Komite Keperawatan Dalam Upaya Pemberian Jaminan Mutu Asuhan Keperawatan
K035 Pengaruh Peran Mentoring Pimpinan Ruang Rawat Inap Terhadap Kinerja Perawat
K039 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Peran Perawat Dalam Penerapan Proses Keperawatan : Perencanaan Asuhan Keperawatan Klien Dewasa
K041 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Pasien Terhadap Perilaku Caring Perawat Dalam Praktek Keperawatan
K043 Studi Tentang Sikap Asertif Perawat Dalam Memberikan Pelayanan Keperawatan
K044 Analisa Hubungan Beban Kerja dan Kondisi Kerja terhadap Stres Perawat ICU Rumah Sakit Umum Daerah XX
K047 Hubungan Motivasi Kerja Dengan Pelaksanaan Pendokumentasian Proses Keperawatan
K048 Pengaruh Kepuasan Pasien atas Asuhan Keperawatan terhadap Kesetiaan Pasien Rawat Inap di Ruang penyakit Dalam dan Ruang Bedah Kecelakaan RSUD XX
K050 Analisa Hubungan Karakteristik Perawat Dan Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Protap Pemasangan Infus
K058 Gambaran motivasi kerja perawat dan faktor-faktor yang melatarbelakangi motivasi kerja perawat di IRNA RSD XX
K066 Persepsi Pasien Tentang Mutu Pelayanan Rawat Jalan di Klinik XX.
K074 Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Pada Fase Kerja Dengan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Keperawatan Di Irna XX
K075 Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Instalasi Rawat Inap XX
K079 Persepsi Klien Terhadap Manfaat Penyuluhan Kesehatan Oleh Perawat Pada Pasien Di Rumah Sakit XX
K080 Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap Badan Rumah Sakit XX
K085 Persepsi Pasien Terhadap Mutu Asuhan Keperawatan Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit XX
K182 Hubungan Antara Motivasi Menjadi Perawat Dengan Prestasi Belajar Pada Mata Kuliah Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan
K202 Faktor-faktor yang melatarbelakangi klien pulang paksa di RSUD XX
K203 Faktor-faktor yang melatarbelakangi kedisiplinan perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum XX
K204 Hubungan Otonomi dan Beban Kerja Perawat Dengan Kepuasan Kerja Di Ruang XX Rumah Sakit YY
Q014 Hubungan Motivasi Kerja Dengan Tingkat Kedisiplinan Perawat PNS dan HHL Di RSU XX


http://skripsi-qt.blogspot.com

5 Contoh Judul KTI Keperawatan Anak

JUDUL KTI KEPERAWATAN ANAK

  1. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN PENYAKIT PNEUMONIA PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN (TODDLER) BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI PUSKESMAS CIPEUNDEUY 2008
  2. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA BERDASARKAN UMUR, PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DI KELURAHAN TANI MULYA
  3. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA BALITA DI RUMAH BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI RW 04 DESA CIPAGERAN CIMAHI
  4. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN PNEUMONIA PADA BALITA DI DESA MAJALAYA WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAJALAYA BARU TAHUN 2008
  5. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS BERDASARKAN KARAKTERISTIK REMAJA DI SMA YWKA BANDUNG

50 Contoh Judul KTI Keperawatan

  1. KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN RESIKO KEKAMBUHAN PADA PASIEN PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN NAPZA DI MENTHAL HEALTH CENTRE WIKARTA MANDALA PUJON
  2. HUBUNGAN RIWAYAT BAYI BBLR DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) DI TK AS-SALAM MALANG
  3. HUBUNGAN PERAN KELUARGA TERHADAP RUTINITAS PENGOBATAN TB PARU DI RUMAH SAKIT PARU KOTA MALANG
  4. PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI USIA 0-4 BULAN TERHADAP MUNCULNYA GANGGUAN SALURAN PENCERNAAN DI DESA PONTANG KEC. AMBULU JEMBER
  5. IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI MOTIVASI LANSIA DATANG KE POSYANDU LANSIA DI RW VII KELURAHAN KASIN KOTA MALANG
  6. PERBEDAAN PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK CYCLOFEM DAN DEPO PROGESTIN TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH DI PUSKESMAS BERU SARIREJO LAMONGAN
  7. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DENGAN KEGAGALAN (DROP OUT ) MENGIKUTI PROGRAM PENGOBATAN TUBERCULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT PARU BATU
  8. HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KELANCARAN PROSES PERSALINAN PADA PRIMIGRAVIDA KALA I DAN KALA II DI RUANG BERSALIN RSUD NGUDI WALUYO BLITAR
  9. IDENTIFIKASI DUKUNGAN KELUARGA SESUAI DENGAN TUGAS KELUARGA DALAM MENINGKATKAN PERAWATAN LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS RW 01 RT 01 DAN RT 02, KECAMATAN LOWOKWARU MALANG
  10. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM (PRIMIPARA) DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI RUANG FLAMBOYAN RSUD Dr. R. KOESMA TUBAN
  11. TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PERAWATAN LANSIA DI DESA SUMBERSUKO KECAMATAN KLABANG KABUPATEN BONDOWOSO
  12. HUBUNGAN RIWAYAT BAYI BBLR DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) DI TK AS-SALAM MALANG
  13. HUBUNGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RUMAH BERSALIN FAUZIAH TULUNGAGUNG
  14. PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRA OPERASI DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS ISLAM MALANG
  15. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN STATUS NUTRISI PADA IBU HAMIL DI RUMAH BERSALIN FAUZIAH TULUNGAGUNG
  16. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN TUBERKULOSIS PARU TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN DENGAN PROSENTASE ANGGOTA KELUARGA YANG TERTULAR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PARU BATU
  17. HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA MASYARAKAT DI DESA BENDOSARI KECAMATAN NGANTRU TULUNGAGUNG
  18. PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI USIA 0-4 BULAN TERHADAP MUNCULNYA GANGGUAN SALURAN PENCERNAAN DI DESA PONTANG KEC. AMBULU JEMBER
  19. TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERHADAP PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT PARU KOTA BATU
  20. IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI MOTIVASI LANSIA DATANG KE POSYANDU LANSIA DI RW VII KELURAHAN KASIN KOTA MALANG
  21. HUBUNGAN MOBILISASI TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA IBU POST PARTUM SECTIO CESAREA DI RSUD KERTOSONO
  22. PENGARUH BATUK EFEKTIF DAN NAPAS DALAM TERHADAP KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA PENDERITA TUBERCULOSIS PARU DIRUANG KOCH PULMONAL RUMAH SAKIT PARU BATU
  23. IDENTIFIKASI PROSES BERINTERAKSI SOSIAL SISWA SLB-B YPTB MALANG DI JL. BRIGJEN SLAMET RIADI 126 MALANG
  24. PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI PIL KB TERHADAP PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI DI PUSKESMAS DINOYO MALANG
  25. STATUS KESEHATAN GIGI PADA ANAK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN GIGI DI SDN KARANGSOKO III TRENGGALEK
  26. IDENTIFIKASI JENIS-JENIS LAYANAN BIMBINGAN KONSELING SISWA SLB-B YPTB MALANG
  27. PENGARUH MALNUTRISI (KEP) TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 3 – 5 TAHUN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG
  28. HUBUNGAN PERAWATAN PAYUDARA SELAMA ANTENATAL CARE TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI KELURAHAN SUMBESARI KECAMATAN LOWOKWARU MALANG
  29. PENGARUH TERAPI RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL JANTUNG DI R. ICCU RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG
  30. HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KECERDASAN ANAK DI SD NEGERI MERI II MOJOKERTO
  31. PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI RASA NYERI PERSALINAN DI PUSKESMAS DINOYO MALANG
  32. HUBUNGAN ANTARA PERILAKU TIDAK SEHAT DENGAN PENYAKIT HEPATITIS PADA PENDERITA HEPATITIS DI RUANG INTERNE DAN POLI IPD BRSD KABUPATEN MALANG
  33. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI PADA BALITA DI PUSKESMAS DUDUK SAMPEYAN KABUPATEN GRESIK
  34. HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN GANGGUAN-GANGGUAN YANG DIALAMI PADA WANITA MENOPAUSE DI DESA KROWE KECAMATAN LEMBEYAN MAGETAN
  35. HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BEJI KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU
  36. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP ISPA PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN DI BRSD KEPANJEN KABUPATEN MALANG
  37. PERBEDAAN PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK CYCLOFEM DAN DEPO PROGESTIN TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH DI PUSKESMAS BERU SARIREJO LAMONGAN
  38. TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGARUH POLUSI UDARA TERHADAP PENYAKIT ISPA (BATUK-PILEK) DI PUSKESMAS DINOYO MALANG
  39. HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PROSES KESEMBUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPTOMULYO MALANG
  40. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP FREKUENSI KUNJUNGAN PASIEN KE POLI ANAK RSUD SITUBONDO
  41. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI BALITA DI DESA JATIREJOYOSO KECAMATAN KEPANJEN
  42. PENGARUH OBESITAS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK (USIA 0-2 TAHUN) DI PUSKESMAS DINOYO
  43. PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PEMULIHAN FISIK IBU POST PARTUM PRIMIPARA FASE PUERPERIUM DINI DI RUANG FLAMBOYAN RSUD Dr. KOESMA TUBAN
  44. HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN YANG TERJADI PADA MASA MENOPAUSE DENGAN PERUBAHAN AKTIFITAS SEKSUAL PADA WANITA USIA 46-60 TAHUN DI RW II KELURAHAN GADING KASRI
  45. HUBUNGAN PERILAKU PENYIMPANGAN SEKSUAL (MASTURBASI) DENGAN GANGGUAN KONDISI PSIKIS PADA REMAJA (11-14 TAHUN) DI SLTPN 1 KARANGAN KAB. TRENGGALEK
  46. PENGARUH RIWAYAT HIPEREMESIS GRAVIDARUM TERHADAP BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT BERSALIN FAUZIAH TULUNGAGUNG
  47. PENGARUH MALNUTRISI (KEP) TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 3 – 5 TAHUN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG
  48. TINGKAT KECEMASAN KELUARGA TERHADAP PERAWATAN LANSIA DENGAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) TERGANGGU ATAU KURANG DI RT 02/RW 0 KARANG WREDA WILAYAH KERJA
  49. TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA NGABAB KECAMATAN PUJON TENTANG PERAWATAN LUKA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TETANUS
  50. HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI KELAS VI DI SDN II MERI MOJEKERTO

Sumber : http://d3kep-stikesayani.blogspot.com

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Siswa SMAN tentang Pendidikan Seks (Sex Education)

KTI KEBIDANAN
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMUN 1 ..... TENTANG PENDIDIKAN SEKS (SEX EDUCATION)

B A B I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Dewasa ini kehidupan seks bebas telah merebak ke kalangan kehidupan remaja dan anak sehingga pendidikan seks atau pendidikan mengenai kesehatan reproduksi yang lebih trendnya sex education sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak yang sudah beranjak dewasa atau remaja baik malalui pendidikan formal maupun informal. Ini penting untuk mencegah biasnya pendidikan seks maupun pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja (Syarif, 2008: 39).
Berdasarkan kesepakatan International di Kairo 1994 (The Cairo Consensus) tentang kesehatan reproduksi yang berhasil ditandatangani oleh 184 negara termasuk Indonesia, diputuskan tentang perlunya pendidikan seks bagi para remaja. Dalam salah satu butir konsensus tersebut ditekankan tentang upaya untuk mengusahakan dan merumuskan perawatan kesehatan seksual dan reproduksi serta menyediakan informasi yang komprehensif termasuk bagi para remaja (Syarif, 2008: 39)
Sementara meninjau berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia, agaknya masih timbul pro kontra di masyarakat, lantaran adanya anggapan bahwa membicarakan seks adalah hal yang tabu dan pendidikan seks akan mendorong remaja untuk berhubungan seks. Sebagian besar masih berpandangan stereotype dengan pendidikan seks seolah sebagai suatu hal yang vulgar (Syarif, 2008: 39).
Menurut Sofyan, selaku senior Koordinator Central Mitra Remaja (CMR) yang merupakan salah satu unit kegiatan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menyebutkan, selama ini jika kita berbicara mengenai seks, maka yang terbersit dalam benak sebahagian orang adalah hubungan seks. Padahal, seks itu artinya jenis kelamin yang membedakan antara cowok dan cewek atau laki-laki dan perempuan secara biologis (Syarif, 2008: 40)

Dari data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI 1997) menyebutkan, dari 1563 perempuan usia subur, terdapat 5 0,9% melakukan aborsi secara sengaja pada usia 15-19 tahun, sekitar 11,9% melakukan secara tradisional ataupun medis. Cara tradisional yang digunakan untuk aborsi adalah meminum jamu atau ramuan tradisional, jumlah pelakunya sekitar 27,5%. Sementara itu dari penuturan yang disampaikan oleh Mestika (1996) yang merangkum dari hasil penelitian para pengamat masalah sosial remaja dibeberapa kota besar antara lain: Sarwono (1970) meneliti 117 remaja di Jakarta dan menemukan bahwa 4,1% pernah melakukan hubungan seks. Beberapa tahun kemudian, Eko (1983) meneliti 461 remaja dan dari penelitian ini diperoleh data bahwa 8,2% diantaranya pernah melakukan hubungan seks dan 10% diantaranya menganggap bahwa hubungan seks pranikah adalah wajar. Di Semarang, Satoto (1992) mengadakan penelitian terhadap 1086 responden pelajar SMP-SMU dan menemukan data bahwa 4,1% remaja putra dan 5,1% remaja putri pernah melakukan hubungan seks. Pada tahun yang sama Tjitara mensurvei 200 remaja yang hamil tanpa dikehendaki. Survei yang dilakukan Tjitara juga memaparkan bahwa mayoritas berpendidikan SMA ke atas, 23% diantaranya berusia 15-20 tahun dan 77% berusia 20-25 tahun (Syarif, 2008: 41)
Dengan begitu banyaknya faktor yang menyebabkan efek pornografi membuat remaja terjerumus ke alam bebas yang tidak bertanggung jawab misalnya, film layar lebar, VCD, DVD, media cetak, sampai assesoris yang mudah didapatkan bahkan tayangan televisipun saat ini mengarah kepada hal yang seperti itu dan juga belum lancarnya komunikasi remaja dengan orang tua yang menyangkut soal seks. Dari data survei yang diambil oleh Synovate Research ke 450 responden dan 4 kota dengan kisaran usia antara 15-24 tahun, mengungkapkan bahwa sekitar 65% informasi tentang seks, mereka dapatkan dari kawan, dan 30% sisanya dari film porno. Ironisnya hanya 5% dari resdponden remaja ini mendapat informasi tentang seks dari orang tuanya ((Syarif, 2008: 41).
Kurangnya pengetahuan seks dan kehidupan remaja serta adanya data dan adanya tanggapan bahwa pendidikan seks adalah tabu membuat para remaja bukan menjadi takut tetapi mereka lebih ingin mencari tahu sendiri melalui informasi-informasi yang mudah mereka dapatkan melalui kaset VCD, film layar lebar, gambar-gambar dan masih banyak lagi. Hal tersebut membuat remaja menjadi penasaran dan terdorong untuk melakukan hubungan seksual di luar nikah tanpa melihat akibat-akibat yang akan ditimbulkan.
Hasil penelitian yang dilakukan Armelia, (2007) mengenai pengetahuan siswa tentang pendidikan seks di SMU Kristen Tentena dari 58 responden
didapatkan siswa yang memiliki pengetahuan baik 51,7% dan yang memiliki pengetahuan yang kurang baik adalah 48,3%.
SMUN 1 .......... merupakan sekolah yang terluas di daerah .......... serta belum pernah dilakukan penelitian dan belum pernah diadakan penelitian tentang pendidikan seks untuk itu peneliti tertarik melakukan penelitian di tempat ini, dan ingin mendapatkan gambaran yang jelas dan akurat mengenai pengetahuan dan sikap remaja tentang pendidikan seks (Sex Education).
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk lebih mengetahui “Gambaran Pengetahuan dan Sikap Siswa SMUN 1 .......... Tentang Pendidikan Seks (Sex Education) Tahun 2010”.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana tingkat pengetahuan dan sikap siswa SMUN 1 .......... tentang pendidikan seks (Sex Education) Tahun 2010.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswa SMUN 1 .......... tentang pendidikan seks (Sex Education).
2. Tujuan Khusus
a. Diketahuinya tingkat pengetahuan siswa SMUN 1 .......... tentang pendidikan seks (Sex Education).
b. Diketahuinya sikap siswa SMUN 1 .......... tentang pendidikan seks (Sex Education).

D. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Manfaat bagi institusi
Sebagai bahan masukan kepada institusi untuk memberikan informasi tentang pentingnya pendidikan seks di sekolah.
2. Manfaat bagi peneliti berikutnya
Sebagai bahan referensi atau data bagi penelitian selanjutnya.
3. Manfaat bagi penulis
Menambah pengetahuan dan memperluas wawasan keilmuan terhadap pendidikan seks (Sex Education).
E. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMUN 1 .......... pada bulan Juli 2010.

Sumber : www.medical-journal.co.cc

Hubungan Antara Pengetahuan Orang Tua tentang Pemberian Makan Kepada Anak dengan Kejadian Obesitas pada Balita

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pemberian nutrisi secara seimbang pada anak harus dimulai sejak dalam kandungan, yaitu dengan pemberian nutrisi yang cukup memadai pada ibu hamil. Setelah lahir harus diupayakan pemberian ASI secara eksklusif, yaitu pemberian ASI saja sampai anak berumur 6 bulan. Sejak berumur 6 bulan, anak diberikan tambahan atau pendamping ASI (PASI). Pemberian PASI ini penting untuk melatih kebiasaan makan yang baik dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang meningkat pada masa bayi dan prasekolah. Karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi adalah sangat pesat, terutama pertumbuhan otak (Nursalam,dkk.2005).
Namun tidak selamanya nutrisi pada anak terpenuhi dengan seimbang. Kondisi ini menimbulkan perbedaan keadaan gizi antara anak yang satu dengan anak yang lain. Ada kalanya anak memiliki keadaan gizi lebih, keadaan gizi baik, dan keadaan gizi buruk. Keadaan gizi baik akan dapat dicapai dengan pemberian makanan yang seimbang bagi tubuh menurut kebutuhan. Sedangkan gizi lebih atau gizi kurang terjadi bila pemberian makanan tidak seimbang menurut kebutuhan anak.
Obesitas merupakan kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan (Damayanti, 2004). Secara umum, kegemukan (obesitas) disebabkan oleh tidak seimbangnya energi dari makanan dengan kalori yang dikeluarkan. Kondisi ini akibat interaksi beberapa faktor, yaitu keluarga, penggunaan energi, dan keturunan (yatim, 2005).
Terdapat 3 faktor yang berpengaruh terhadap berkembangnya obesitas, yaitu genetik, lingkungan dan neuro (Juanita, 2004). Namun, berdasarkan hasil penelitian Badan International Obeysitas Task Force (ITF) dari badan WHO yang mengurusi anak yang kegemukan, 99% anak obesitas karena faktor lingkungan, sedangkan yang dianggap genetik biasanya bukan genetik tetapi akibat faktor lingkungan (Darmono, 2006). Faktor lingkungan ini dipengaruhi oleh aktifitas dan pola makan orang tua anak, misal pola makan bapak dan ibunya tidak teratur menurun pada anak, karena di lingkungan itu tidak menyediakan makanan yang tinggi energi, bahkan aktifitas dalam keluarga juga mendukung (Darmono, 2006).
Komplikasi dari anak – anak yang mengalami obesitas, bisa terjadi diabetes tipe 2 yang resisten terhadap insulin, sindrom metabolisme, muncul tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan tingkat blood lipid yang abnormal (Fauzin, 2006).
Menurut Roskitt dan Clair yang dikutip oleh Subardja D, 2004, “obesitas pada anak merupakan cikal bakal terjadinya penyakit degeneratif kardiovaskuler, Diabetes Mellitus, dan penyakit degeneratif lainnya yang dapat timbul sebelum atau setelah masa dewasa”.
Di Indonesia, angka kejadian obesitas terus meningkat, hal ini disebabkan perubahan pola makan serta pandangan masyarakat yang keliru bahwa sehat adalah identik dengan gemuk (Soetjiningsih, 1998). Kurangnya pengetahuan dan salah persepsi tentang kebutuhan makanan dan nilai makanan juga merupakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi seseorang (Budiyanto, 2004). Obesitas yang terjadi sebelum umur 5 tahun mempunyai kecenderungan tetap gemuk pada waktu dewasa, dari pada yang terjadi sesudahnya (Soetjiningsih, 1998).
Peningkatan prevalensi obesitas ini terjadi di Negara maju maupun berkembang. Menurut Damayanti, 2004 prevalensi obesitas pada anak usia 6-17 tahun di Amerika Serikat dalam tiga dekade terakhir naik dari 7,6 – 10,8% menjadi 13-14%. Sedangkan anak sekolah di Singapura naik dari 9% menjadi 19 %.
Mengutip Survey Kesehatan Nasional, di Indonesia prevalensi obesitas pada balita juga naik. Prevalensi obesitas pada tahun 1992 sebanyak 1,26% dan 4,58% pada 1999. Sedangkan berdasarkan data RSU Dr.Soetomo Surabaya bagian anak menyebutkan jumlah anak kegemukan (obesitas) 8% pada tahun 2004 dan menjadi 11,5% pada tahun 2005.
Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di KB-TKIT Al-Hikmah Surabaya, dari 122 siswa didapatkan data anak yang mempunyai status gizi Lebih (obesitas) sebanyak 21 orang atau 17,2%.
Melihat dari uraian di atas masalah yang terjadi adalah kejadian obesitas pada anak dan balita terus meningkat, serta kurangnya pengetahuan orang tua tentang pemberian makan kepada anak. Pengetahuan yang kurang ini dapat menyebabkan perilaku yang salah dalam memberikan dan mengawasi pola makan anaknya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang “Hubungan antara pengetahuan orang tua tentang pemberian makan kepada anak dengan kejadian obesitas pada balita”.

1.2 Rumusan masalah
Apakah ada hubungan antara pengetahuan orang tua tentang pemberian makan kepada anak dengan kejadian obesitas pada balita?

1.3 Tujuan penelitian
1.3.1 Tujuan umum
Untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan orang tua tentang pemberian makan kepada anak dengan kejadian obesitas pada balita.
1.3.2 Tujuan khusus
1.3.2.1 Mengidentifikasi pengetahuan orang tua dari balita yang obesitas dan balita yang tidak obesitas di KB-TKIT Al-Hikmah Surabaya tentang pemberian makan kepada anak
1.3.2.2 Mengidentifikasi kejadian obesitas pada balita di KB-TKIT Al-Hikmah Surabaya
1.3.2.3 Menganalisis hubungan antara pengetahuan orang tua tentang pemberian makan kepada anak dengan kejadian obesitas pada balita di KB-TKIT Al-Hikmah Surabaya.

1.4 Manfaat penelitian
1.4.1 Bagi program kesehatan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan pembinaan dan pelatihan serta pioritas program dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat dan penanggulangan kasus obesitas di masyarakat, khususnya pada balita.
1.4.2 Bagi Ilmu Pengetahuan
Menambah kajian baru ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang kesehatan dan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan penelitian selanjutnya
1.4.3 Bagi penulis
Penulis dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama di bangku kuliah dalam kehidupan yang nyata di tengah-tengah masyarakat.
1.4.3 Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan/ sumber rujuan bagi penelitian – penelitian selanjutnya.

Sumber : www.medical-journal.co.cc

Judul KTI Keperawatan Maternitas - Ibu Hamil

Judul KTI Keperawatan Maternitas - Ibu Hamil


Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kejadian Anemia di Rumah Sakit Umum Sultan Daeng Raja Kabupaten XX


Sikap Ibu Hamil Terhadap Pelaksanaan Program Imunisasi Dasar Di Desa XX


Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Trimester III Tentang Inisiasi Menyusu Dini Di Polindes XX


Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Perilaku Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Desa XX


Analisa Senam Hamil Pada Ibu Hamil Di Kelas Ibu Di Posyandu X


Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Bps X


Karakteristik Ibu Hamil Yang Melaksanakan Antenatal Care Di Bps X


Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Emesis Gravidarum Di RB X


Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas X


Gambaran Pelaksanaan 7t Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas X


Karakteristik Ibu Hamil Dengan Pre-Eklamsi Di Rumah Sakit Umum X


Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tablet Fe Di Puskesmas X


Karakteristik Ibu Hamil Yang Mengkonsumsi Tablet Fe Di Kelurahan X


Kesehatan dengan Sikap Ibu Hamil Terhadap Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Desa XX


Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Tentang Cara Mengatasi Mual Muntah Pada Kehamilan Di Poli Hamil RSX


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Abortus Pada Ibu Hamil di RSUD X